Enea Bastianini Harus Tingkatkan Kecepatan Jika Ingin Upgrade Motor Baru

  • Whatsapp
Enea Bastianini

FlashbolaMotoGP Qatar pekan lalu memberikan perhatian lebih pada debutan Avintia Esponsorama, Enea Bastianini. Bastianini merengsek ke depan dan finis di posisi 10 setelah sempat dilupakan gara-gara aksi Jorge Matin yang meroket saat melakukan start namun hanya berakhir di posisi 14.

Bastianini mengungkapkan rasa senangnya lewat GPOne pada akhir Maret lalu. Meski mengendarai Desmosedici GP19 yang berusia dua tahun, ia tetap tampil mengesankan. Sementara Martin cukup beruntung karena mendapatkan GP20 yang merupakan spek terbaru.

Read More

Sudah Mencuri Perhatian di Q1

Sejak sesi Kualifikasi, ia menargetkan perburuan posisi dua besar. Sayangnya catatannya digeser halus oleh Takaaki Nakagami.

Bestia sempat melorot ke posisi 19 pada start ke – 13. Untungnya secara perlahan ia mampu menyalip begitu banyak lawan sampai akhirnya mampu finis di posisi 10.

Bestianini yakin bisa finis lebih baik jika tak ada kesalahan holeshot device. Namun ia tak ingin mengkambing-hitamkan apa pun dan siapa pun.

Berharap Tembus Q2 Doha

Ia mengaku sangat berharap untuk lolos ke Q2 pada akhir pekan. Sayangnya balapannya diganggu oleh lowering device. Ia mengakui ketidakmampuannya untuk mengaktifkan kembali. “Saya tak perlu mengeluh,” katanya bermental juara.

Start Bastia tidak secepat lawannya pada beberapa lap pertama. Ia harus cari tahu garis balap mana yang perlu diikuti lantaran terlalu banyak rider di depannya saat itu.

Ia sedikit gugup tahun ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti balap di MotorGP. “Saya melakukan beberapa kesalahan,” ungkapnya.

Dia baru diperbolehkan upgrade saat bisa tampil lebih kompetitif. Untuk itu ia mengaku hanya pasrah pada perintah Gigi Dall’Igna (General Manager Ducati Corse).

Tak Tahu Konfigurasi Motornya Sendiri

Masih mengenai keluhannya terhadap kendaraannya ia mengaku tidak benar – benar tahu konfigurasi motornya. Katanya untuk mendapatkan perangkat baru dia harus melaju lebih cepat.

Juara dunia Moto2 2020 ini merasa cukup emosional saat menjalani pertandingan perdananya di MotoGP 2021. Ada rasa janggal sekaligus takjub saat bertarung dengan para seniornya.

“(saya) melihat betapa jauhnya mereka sudah berkembang,” ujarnya membandingkan diri.

Related posts

banner 468x60