Menunduk di Dua El Classico, Pantaskah Koeman Dipecat?

  • Whatsapp
Menunduk di Dua El Classico

FlashbolaRonald Koeman bersama tim garapannya Barcelona tidak dapat tersenyum ketika pulang dari di dua edisi El Clasico. Barcelona kalah di kedua laga yang mempertemukan rival abadi tersebut.

Bagi Koeman semenjak dia menukangi Barca, dua edisi yang lalu adalah pengalaman pertama bertempur di laga el casico. Kedua el clasico itu di La Liga, dan keduanya berakhir dengan kekalahan timnya.

Read More

Edisi kedua yang digelar pada hari Minggu (11/4), Barca kalah 1-2 di kandang Real Madrid. Mereka sudah berusaha maksimal, tapi pada akhirnya tetap tidak berhasil menang.

Sebelumnya, di paruh awal musim ini duel el classico pertama, Barcelona pun keok 1-3 saat menjadi tuan rumah. Saat itu Barca masih punya alasan tim belum terlalu stabil.

Dikalahkan dua kali apakah Koeman layak menukangi Barca?

Datang di Waktu yang Tak Tepat

Rumor pemecatan Koeman boleh saja mencuat ke permukaan. Namun apakah langkah itu memang harus diambil? Yang harus jadi catatan adalah Koeman mendarat ke Camp Nou dalam situasi kurang ideal.

Saat Koeman tiba, sedang ada kisruh internal di kubu Barca. Lionel Messi dikabarkan memberontak, meski akhirnya memutuskan bertahan.

Modal Kurang Kerja Maksimal

Koeman juga tidak diberi modal dana yang ideal untuk berbelanja. Artinya, Koeman harus bekerja dengan skuad yang ada dan menerapkan metode tambal sulam.

Musim ini Koeman memberi ruang agak lebar bagi pemain muda. Memang langkah yang wajar, sebab Barca sudah kehabisan stok pemain bintang.

Jangan Hanya Lihat Hasil Akhir

Mengkritik pelatih bermodalkan informasi hasil akhir saja memang sangat mudah dilakukan. Banyak fans melakukan hal tersebut, tapi banyak sudut pandang yang bisa dipilih.

Rasanya pantas semua kerja keras yang dilakukan Koeman mendapat penilaian memuaskan. Berbekal skuad sekadarnya, namun bisa membawa Blaugarana bersaing di papan atas La Liga.

Kemampuan Koeman memecah masalah juga terbukti cukup baik. Saat Barca kekurangan orang pengisi lini belakang, Koeman menerapkan formasi 3-5-2 yang ternyata terbukti ampuh.

Artinya, Fans Barca harus belajar memperluas sudut pandang dan tidak hanya memberi penilaian atas pertimbangan hasil akhir saja.

Related posts

banner 468x60