Hari Raya Idul Adha di Masa PPKM: Arahan Menurut Fatwa Muhammadiyah

  • Whatsapp

CUPANG99 – Hari Raya Idul Adha 1442 H akan berlangsung dalam pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Umum (PPKM) darurat. Kegiatan yang biasanya dimeriahkan dengan takbiran traveling kali ini akan berbeda.

Hal itu dilakukan karena lonjakan kasus COVID-19 hingga 50 ribu per hari. Potensi penularan pada saat perayaan Idul Adha sangat tinggi, terutama di lingkungan keluarga.
Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk mentaati aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Menteri Agama (SE) Nomor 17 Tahun 2021. Dalam peraturan ini, shalat Idul Adha di masjid dan lapangan selama periode PPKM. dilarang. Selain itu, ada larangan untuk mengadakan takbiran.
“Bahwa dalam Islam ada hukum ketaatan, bahwa menaati hukum ketaatan kepada Allah, menaati Rasul itu mutlak wajib. Taat kepada pemerintah itu muqoyyad, ada pengecualian. Ketika pemerintah mengeluarkan peraturan yang mengayomi masyarakat, pemerintah wajib ditaati. Hukum dalam Islam. Taatilah Allah, taatilah Rasul, dan taatilah ulil amri atau pemerintah,” jelas Yaqut.

Sebagai solusi, pemerintah mengajak masyarakat untuk terlibat dalam takbir akbar virtual. Masyarakat diminta menggemakan cadar di rumah masing-masing.

“Mari rayakan malam Idul Adha dengan takbir akbar virtual,” kata Yaqut dalam keterangannya, Senin (19/7).

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan fatwa terkait perayaan Idul Adha 1442 H. Hal itu dilakukan dalam menanggapi lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini.
Prof Abdul Mu’ti tidak menganjurkan berkeliling takbir dan meminta masyarakat memilih untuk melakukannya di rumah masing-masing. Begitu juga shalat Idul Adha di lapangan, masjid, atau fasilitas umum harus ditiadakan atau tidak dilakukan.

“Shalat Idul Adha bagi yang berkeinginan bisa dilakukan di rumah bersama anggota keluarga sebagaimana shalat Idul Fitri di lapangan,” jelas Prof Abdul Mu’ti.

Ia juga menyampaikan terkait penyembelihan hewan kurban.

“Kalau ada penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) sehingga lebih sesuai syariat dan higienis,” ujarnya.

Related posts

banner 468x60