Ada Ancaman Sanksi Pidana, Wagub Harap Warga DKI Makin Disiplin Prokes

  • Whatsapp

CUPANG99 – Pemprov DKI Jakarta akan menambahkan sanksi pidana berupa 3 bulan penjara jika warga berulang kali tidak memakai masker dalam Perda COVID-19.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza meminta warga tidak panik dengan sanksi pidana tambahan ini.
“Oleh karena itu, kami berharap penerapan sanksi pidana dalam usulan Perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 ini tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat,” kata Riza, Rabu (21/7/2021).

Hal itu disampaikan Riza saat menggelar rapat pleno DPRD DKI Jakarta dalam rangka menyampaikan pidato penjelasan Raperda Perubahan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanganan COVID-19. Riza menjelaskan bahwa kata ‘pengulangan’ dalam setiap ketentuan pidana merupakan bentuk konkrit dari asas ultimum remidium.

“Tindak pidana pelanggaran dikonstruksikan bagi orang yang mengulangi pelanggaran setelah yang bersangkutan dikenai sanksi administratif,” jelasnya.

Riza mengatakan sanksi pidana tambahan yang akan dimasukkan dalam Perda COVID-19 adalah ancaman 3 bulan penjara atau denda Rp. 500 ribu untuk pelanggar yang tidak menggunakan masker berulang kali. Kemudian denda Rp50 juta bagi pelanggar protokol kesehatan COVID-19 berulang kali.

“Tujuan pemidanaan dipahami bukan untuk menghukum masyarakat, tetapi untuk mencapai tujuan bersama masyarakat itu sendiri agar penanggulangan COVID-19 dapat dilakukan secara efektif sehingga kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terjamin seperti sebelum adanya COVID- 19 pandemi muncul di bumi,” tambahnya

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana merevisi Perda 2 Tahun 2020 tentang penanganan COVID-19. Ada pasal tambahan dalam draf Perda Corona DKI, yakni ancaman 3 bulan penjara jika berulang kali tidak memakai masker.

Pasal 32A ayat 1 menyebutkan bahwa barang siapa mengulangi perbuatan tanpa topeng diancam dengan pidana penjara paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu. Masih dalam pasal yang sama, sanksi kurungan juga berlaku bagi unit usaha yang mengulangi pelanggaran protokol kesehatan COVID-19.

Related posts

banner 468x60