Sebelum Ditemukan Tewas, Winda Pesta Miras dan Cekcok soal Tarif Layanan Seks

  • Whatsapp

CUPANG99 – Kesaksian beberapa saksi mengungkap fakta sebelum Winda Oktaviani ditemukan tewas mengambang. Gadis muda itu mabuk-mabukan dan bertengkar tentang tarif layanan seks.

Kapolres Blitar AKBP Leonard Sinambela mengatakan, delapan saksi sudah diperiksa. Mereka adalah orang tua Winda Oktaviani, warga yang menemukan jasadnya, dan beberapa teman yang terakhir diketahui bersama korban.

“Menurut teman-temannya, korban terakhir bertemu pada Senin (12/7). Sebelumnya, Minggu (11/7) malam, korban menenggak miras di sekitar Kali Lodagung, Sutojayan,” jelas Leo saat dikonfirmasi detikcom.
Pada pertemuan terakhir, lanjut Leo, korban sempat cekcok dengan teman perempuannya. Mereka pun bentrok di media sosial yang berlanjut pada pertemuan terakhir, masih di lokasi yang sama, yakni sebuah ruko di dekat Sungai Lodagung.

“Menurut keterangan saksi, korban mengatakan tidak terlalu murah dengan tarif Rp 250 ribu. Berapa tarifnya, teman ini mengatakan layanan seks. Karena perseteruan ini, korban keesokan harinya minta bertemu Saksi lagi di tempat yang sama,” katanya.

“Saat teman laki-laki ini kembali ke sungai, ternyata korban sudah tidak ada. Mayatnya ditemukan mengambang di Sungai Jimbe, Sabtu (17/7) pukul 15.00 WIB. Jaraknya sekitar empat kilometer arah barat TKP terakhir. ,” jelasnya.

Menurut Leo, hingga saat ini penyidik belum menemukan adanya dugaan pembunuhan. Hal ini didukung dengan hasil otopsi warga Kecamatan Kanigoro. Faktor utama kematian Winda adalah tenggelam.

“Dari hasil otopsi, korban meninggal karena banyaknya air yang masuk ke paru-parunya. Karena lama tenggelam di air ya,” pungkasnya.

Related posts

banner 468x60