Duka Mendalam, Dokter PPDS Unair Berpulang Terpapar COVID-19 saat Hamil

  • Whatsapp

cupang99 – “Namun, kita harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Risiko penularannya tinggi. Dan demi keselamatan bersama, semua aktivitas yang melibatkan massa harus ditangani,” tambahnya.

Diketahui, dr Gesti sudah tiga minggu dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK1) RSUP dr Soetomo. Namun, kondisinya terus memburuk. Kemudian, pada 14 Juli, dr Gesti harus menggunakan ventilator.

Pada 15 Juli, ia mengalami gagal jantung akut. Kemudian pada tanggal 17 Juli dr Gesti mengalami syok septik dan pada tanggal 22 dinyatakan meninggal dunia.
“Namun, kita harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Risiko penularannya tinggi. Dan demi keselamatan bersama, semua aktivitas yang melibatkan massa harus ditangani,” tambahnya.

Diketahui, dr Gesti sudah tiga minggu dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK1) RSUP dr Soetomo. Namun, kondisinya terus memburuk. Kemudian, pada 14 Juli, dr Gesti harus menggunakan ventilator.

Pada 15 Juli, ia mengalami gagal jantung akut. Kemudian pada tanggal 17 Juli dr Gesti mengalami syok septik dan pada tanggal 22 dinyatakan meninggal dunia.
“Namun, kita harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Risiko penularannya tinggi. Dan demi keselamatan bersama, semua aktivitas yang melibatkan massa harus ditangani,” tambahnya.

Diketahui, dr Gesti sudah tiga minggu dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK1) RSUP dr Soetomo. Namun, kondisinya terus memburuk. Kemudian, pada 14 Juli, dr Gesti harus menggunakan ventilator.

Pada 15 Juli, ia mengalami gagal jantung akut. Kemudian pada tanggal 17 Juli dr Gesti mengalami syok septik dan pada tanggal 22 dinyatakan meninggal dunia.
“Namun, kita harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Risiko penularannya tinggi. Dan demi keselamatan bersama, semua aktivitas yang melibatkan massa harus ditangani,” tambahnya.

Diketahui, dr Gesti sudah tiga minggu dirawat di Ruang Isolasi Khusus (RIK1) RSUP dr Soetomo. Namun, kondisinya terus memburuk. Kemudian, pada 14 Juli, dr Gesti harus menggunakan ventilator.

Pada 15 Juli, ia mengalami gagal jantung akut. Kemudian pada tanggal 17 Juli dr Gesti mengalami syok septik dan pada tanggal 22 dinyatakan meninggal dunia.

Related posts

banner 468x60