Satgas Kuningan: Tiap Hari Ada Saja Pasien Positif Meninggal

  • Whatsapp

CUPANG99 – Jumlah kematian akibat COVID-19 di Kabupaten Kuningan pada Juli meningkat 200 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kuningan, dalam kurun waktu 23 hari terhitung sejak 1 Juli 2021, terdapat 275 pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia. Jumlah itu jauh melebihi total kematian di bulan Juni.

“Ada 275 kasus kematian dari 1 Juli hingga 23 Juli. Ini meningkat 200 persen dari bulan sebelumnya yang hanya 121 kasus kematian. Saat ini, setiap hari ada pasien positif yang meninggal,” kata juru bicara itu. Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Kuningan Indra Bayu.

Indra mengatakan, peningkatan kasus kematian disebabkan oleh beberapa faktor, seperti jumlah pasien positif yang memiliki riwayat penyakit penyerta. Selain itu, ia mengungkapkan ada korelasi antara meningkatnya jumlah kematian COVID-19 dengan kekurangan oksigen yang terjadi beberapa waktu lalu.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Kuningan bergerak cepat melakukan upaya pemenuhan kebutuhan oksigen, baik untuk rumah sakit maupun masyarakat umum, dengan menggandeng sejumlah pihak. “Kami kira angka kematian itu ada korelasinya dengan kelangkaan oksigen. Makanya kami menjalin kerjasama dimana per minggu kami mendapat suplai 200 tabung dari PT Krakatau Steel,” jelasnya.

“Kemudian untuk PT Samator kita isi ulang hampir setiap hari. Pekerjaan rumah kita ke depan agar angka kematian ini bisa turun dan kita upayakan untuk memenuhi kebutuhan oksigen tidak hanya untuk rumah sakit tapi juga untuk masyarakat,” kata Indra.

PPKM Darurat Kabupaten Kuningan sejak 3-20 Juli 2021 diklaim sudah efektif dan berdampak cukup baik dalam hal menekan kasus COVID-19.
Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio kasus aktif dan peningkatan angka kesembuhan. Untuk rasio kasus aktif, pada 3 Juli kemarin ada 2.653 kasus, sedangkan pada 20 Juli ada 1.838 kasus aktif.

“Untuk penyembuhan per 3 Juli 6.947 meningkat menjadi 10.100 pada 20 Juli. Artinya dari data di atas ada indikator yang mengarah lebih baik bahwa PPKM Darurat di Kuningan berjalan cukup efektif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kuningan Indra Bayu.

Meski PPKM Darurat diklaim efektif menekan kasus COVID-19, Indra menegaskan kepatuhan masyarakat dalam menjalankan kegiatan sesuai aturan yang telah ditetapkan harus tetap dijaga. “PPKM Darurat cukup berhasil di Kuningan, jika ke depan ada relaksasi mohon tetap dipatuhi. Pemerintah terus menjaga upaya pencegahan COVID-19. Kita juga tidak ingin PPKM ini terus berlanjut dan jika sudah diberikan kelonggaran. , masyarakat diminta untuk mematuhi prosedur tersebut,” katanya. Indera.

Related posts

banner 468x60