Tipu-Rampas Kendaraan Warga, 2 Polisi Gadungan di Cianjur Ditangkap

  • Whatsapp

CUPANG99 – Polres Cianjur berhasil menangkap dua oknum polisi palsu setelah melakukan penipuan dan penyitaan kendaraan bermotor di Kecamatan Sukaluyu. Pelaku yang sering mengancam korban dengan pistol mainan diancam dengan 9 tahun penjara.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Anton mengatakan, pengungkapan tindak pidana berawal dari laporan warga Kabupaten Bandung Barat yang menjadi korban pelaku.

Menurut dia, korban awalnya diajak oleh pelaku untuk bertemu dan bertransaksi jual beli kendaraan bermotor. Namun, setelah bertemu, korban langsung dibawa ke dalam mobil pelaku.

“Saat pertemuan, korban dibawa dengan mobil, dengan beberapa pelaku di dalamnya. Sedangkan sepeda motor dibawa oleh salah satu pelaku,” kata Anton.

Menurut dia, korban langsung diancam oleh salah satu pelaku yang mengenakan seragam polisi. Bahkan untuk menakut-nakuti korban, polisi palsu itu menodongkan pistol yang diketahui adalah pistol mainan.

Korban yang ketakutan menyerahkan semua barang berharganya, yakni ponsel, uang tunai, dan sepeda motornya.

“Setelah mengambil barang berharga, pelaku menjatuhkan korban di pinggir jalan sekitar kawasan pabrik di Kecamatan Sukaluyu,” katanya.

Dari total enam pelaku, polisi berhasil menangkap dua pelaku utama, yakni A Dani (41) dan Cep Deri (28). Empat tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

“Kami berhasil menangkap pelaku utama yaitu A Dani yang mengaku sebagai anggota dan sering memakai seragam polisi,” kata Anton.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa mobil Toyota Calya bernomor polisi F 1690 YO, dua buah sepeda motor Ymh X Ride dan Honda Genio, seragam polisi lengkap dengan atribut, rompi anti peluru polisi, senjata tajam, dan senjata mainan. .

“Diduga saat pelaku mendapatkan seragam polisi, dia sengaja membuatnya sendiri di luar,” katanya.

Menurut Anton, para pelaku sudah sering melakukan aksi tersebut. “Bahkan dari keterangan pelaku, dia sudah melakukan aksi sebanyak enam kali,” kata Anton.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 368 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Related posts

banner 468x60