Polisi Selidiki ‘Grup Tenis Semarang’ yang Mau Kacaukan Kota

  • Whatsapp

CUPANG99 – Tangkapan layar grup WhatsApp bernama ‘Grup Tenis Semarang’ yang berisi percakapan tentang arah aksi unjuk rasa 24 Juli telah beredar di media sosial. Di dalam grup tersebut, terjadi perbincangan yang mengatakan aksi tersebut memiliki tujuan, yaitu ‘membuat rusuh hingga melumpuhkan perekonomian kota’.

Menanggapi perbincangan yang beredar, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan polisi sedang menyelidiki ‘grup tenis Semarang’. Polisi sedang menyelidiki orang di balik grup obrolan tersebut.

“Ya. Polisi masih menyelidiki,” kata Argo saat dimintai konfirmasi
Argo meminta para peserta aksi untuk mengurungkan niatnya. Menurutnya, jumlah kasus Corona di Indonesia masih tinggi, sehingga masyarakat lebih baik di rumah saja.

“Prinsipnya Polri mengharapkan masyarakat tetap menerapkan 3M dan tetap di rumah jika tidak ada hal yang mendesak. Mengingat pandemi COVID masih tinggi,” ujarnya.
Dari screenshot yang berisi percakapan ‘Grup Tenis Semarang’ yang beredar di media sosial Twitter.

Di dalamnya, seorang anggota kelompok meminta perhatian kepada anggota kelompok lainnya karena ingin menyebarkan informasi terkait aksi 24 Juli.

“Salam kenal semuanya. Mohon perhatiannya sebentar, saya ingin memberikan sosialisasi singkat mengenai demo yang akan kita selenggarakan mulai 24 Juli 2021. Pertama-tama terima kasih teman-teman sudah bergabung di grup ini dan sudah bersedia untuk ambil bagian dalam demonstrasi di lapangan atau di udara,” tulis nomor tersebut.

Anggota kelompok mengatakan demonstrasi yang direncanakan adalah bentuk kemarahan publik kepada pemerintah, bukan tuntutan perubahan kebijakan atau menuntut pemerintah menjadi lebih baik.
“Target kami hanya satu: membuat kekacauan untuk melumpuhkan perekonomian kota. Berdasarkan aksi massa sebelumnya, ditemukan bahwa pemerintahan baru akan takut ketika ada goncangan ekonomi.

Pemerintah baru akan memperhitungkan warga ketika titik kekuatannya, ekonomi bisnis, dilemahkan oleh masyarakat,” katanya. nomor itu.Kemudian, nomor tersebut juga mengingatkan peserta untuk menjaga protokol kesehatan. Mereka diwajibkan membawa masker dan hand sanitizer.

Padahal, angka tersebut mengingatkan tentang keamanan digital. Dia ingin peserta menghapus konten yang berpotensi doxing dan menggunakan nama samaran di Discord

Related posts

banner 468x60