Uluran Tangan Malaikat Tak Bersayap di Tengah Pandemi

  • Whatsapp

CUPANG99 – Kehadiran orang baik di tengah masa sulit bagaikan oase di padang pasir. Orang-orang baik ini berbagi demi kemanusiaan bukan popularitas atau konten di media sosial

Mereka muncul di tengah pandemi Covid-19 untuk membantu mereka yang membutuhkan.
Seperti Aji Salim dan istrinya, Lusiana Kurniawatie terkena dampak pandemi setelah kehilangan pekerjaan. Namun keduanya bertekad untuk memberikan uluran tangan kepada mereka yang melakukan isoman karena Covid-19.

Keduanya melihat pasien yang menjalani isomanisme mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Akhirnya, Aji dan Lusi memutuskan untuk membantu memenuhi makan siang dan makan malam mereka selama isolasi diri.

Peningkatan pasien Covid-19 berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan tabung oksigen, terutama yang sedang menjalani isoman. Tak sedikit dari mereka yang kesulitan mendapatkan tabung oksigen karena semakin banyak orang yang membutuhkan.

Kedaruratan oksigen ini ditanggapi oleh sejumlah kelompok masyarakat dari Gerakan Solidaritas Sejuta Tes Antigen dengan mengubah program mereka menjadi peminjaman tabung oksigen gratis kepada pasien isoman.

“Sumbangan yang terkumpul dialihkan untuk membeli tabung plus isi, regulator, dan nasal,” kata Arief Bobhiel selaku tim pelaksana gerakan ini.

Di tempat lain, gerakan berbagi juga dilakukan oleh dua pasangan di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Sebanyak 30-50 porsi disediakan oleh Yofa Deva Koswelly selaku pendiri Free Sharing Restaurant hari itu. Yofa dibantu istri dan mertuanya menyiapkan makanan gratis bagi warga sekitar yang membutuhkan.

Kegiatan ini berupa sedekah harian, sedangkan kegiatan mingguan juga mereka lakukan.

Related posts

banner 468x60