Sergio Ramos Pergi, Lalu Raphael Varane: Awal Kehancuran Real Madrid?

  • Whatsapp
Sergio Ramos

Cupang99 – Kepindahan bek internasional Prancis itu ke Manchester United merupakan tanda lain bagaimana Los Blancos kewalahan secara finansial.

Dengan Raphael Varane pindah ke Manchester United, Real Madrid kehilangan satu-satunya bek tengah kelas dunia yang tersisa di skuad mereka dan merupakan tanda lain dari kemunduran yang dialami klub.

Read More

Kapten dan ikon klub, Sergio Ramos telah pergi untuk bergabung dengan Paris Saint-Germain secara gratis pada musim panas ini dan sekarang duetnya di jantung pertahanan, Varane melakukan langkah serupa sekaligus mengakhiri satu dekade pengabdian di Madrid.

Carlo Ancelotti terpaksa merelakan kepergian sang bek Prancis, yang hengkang dengan status legenda, setelah memenangkan empat gelar Liga Champions dan tiga mahkota La Liga sebagai bagian dari koleksi 18 trofinya bersama klub.

Ia adalah pemain yang telah mengangkat trofi terbanyak kedelapan dalam sejarah klub, seorang bek yang elegan dan secepat kilat membuktikan dirinya bisa menjadi rekan ideal Ramos di jantung pertahanan.

Kecepatan dan antisipasi Varane menyelamatkan tim dalam banyak kesempatan, pemulihannya dari kesalahan yang dibuatnya sendiri atau oleh Ramos kerap menjadi kunci permainan.

Meski begitu, ia hanya mengoleksi 14 kartu kuning dan dua kartu merah dalam total 236 pertandingannya di La Liga, jumlah yang sangat rendah untuk seorang bek tengah, sangat kontras dengan 160 kartu kuning yang diterima Ramos dalam 508 pertandingan, dengan 20 kartu merah.

Kepergian Varane pada musim panas yang sama dengan Ramos menjadi pukulan bagi Madrid, dan sinyal lain dari keterpurukan finansial mereka. Mereka tidak dalam situasi yang semrawut seperti rival, Barcelona, namun biaya pengeluaran Madrid tentunya menjadi hal yang patut disorot oleh presiden Florentino Perez.

Sejak merekrut playmaker Kolombia, James Rodriguez pada 2014 dengan harga sekitar €80 juta, Madrid belum pernah lagi menghabiskan dana lebih dari €45 juta hingga musim panas 2019, ketika mereka memboyong Eden Hazard dari Chelsea.

Transfer Hazard adalah langkah yang didorong oleh keputusasaan mereka mencari pengganti Cristiano Ronaldo, yang jelas sangat mereka rindukan, dan ternyata menjadi bumerang karena bintang asal Belgia itu langganan cedera.

Varane meninggalkan Madrid adalah bagian dari tren mereka untuk mengambil keputusan yang memastikan kelangsungkan hidup klub, bukannya menjadi langkah yang dioptimalkan dalam hal prestasi.

Meski pun pemain Prancis, 28, tidak dalam performa terbaiknya musim lalu, ia masih tetap merupakan salah satu bek terbaik di dunia dan sudah mengukir namanya di Santiago Bernabeu.

Kontrak Varane akan berakhir pada Juni 2022 dan tidak tertarik untuk memperpanjangnya. Sebagian karena Madrid enggan menaikkan gajinya sebesar €12 juta per musim, selain juga karena sang pemain ingin mencari tantangan dan pengalaman baru.

Tanpa Varane, dan juga Ramos, Madrid musim lalu memang goyah. Penampilan Nacho Fernandez dan Eder Militao sebagai pengganti belum sepadan.

Mereka melakukan perubahan dengan mendatangkan David Alaba secara gratis dari Bayern Munich. Alaba bisa bermain sebagai bek tengah, namun perannya tidak akan fokus di situ saja.

Madrid juga mungkin menganggap sekarang adalah di mana mereka berada di titik terendah, sama halnya dengan Barcelona. Raksasa Catalunya juga tidak dalam kondisi terbaik, pertarungan untuk gelar La Liga tampaknya akan kembali seimbang, dengan juara bertahan Atletico Madrid mungkin lebih difavoritkan.

Ancelotti, sebagai pelatih pilihan Perez, tampaknya bukan opsi utama dan sebagai reaksi spontan atas kepergian Zinedine Zidane. Massimiliano Allegri sebenarnya yang diincar, tapi menolak dan memilih pulang ke Juventus.

Sulit membayangkan Ancelotti membentuk proyek jangka panjang baru di klub, dan terlepas dari hasilnya, Perez mungkin akan kembali mengincar pelatih PSG, Mauricio Pochettino untuk musim panas mendatang dan seterusnya.

Kepergian Varane bisa menjadi bagian dari penyegaran klub yang lebih luas, terlepas dari semua pemain juara Liga Champions di klub. Tapi sebenarnya ia bisa menjadi sosok terbaik untuk memimpin era baru klub.

Mantan pemain muda Lens itu bisa saja menjadi tokoh utama di pertahanan klub, tidak lagi di bawah bayang-bayang Ramos. Di saat bersamaan, Luka Modric berada di masa senja kariernya, Marcelo pun tidak lagi dalam kondisi terbaik, Isco adalah bayangan dari dirinya yang dulu, dan Dani Carvajal sangat rentan cedera, dari tim inti hanya Varane dan Casemiro yang secara realistis dapat menjadi bagian dari klub hingga lima tahun ke depan.

Gagasan bahwa Varane mungkin pergi telah mencuat akhir-akhir ini, jadi para suporter sepenuhnya tidak siap untuk saat ini dan jelas merasa sangat kesal.

Fans Madrid geram melihat United membajak salah satu pemain kunci mereka dengan harga murah, membuat klub mereka melemah secara signifikan. Pemain muda Jesus Vallejo dan Victor Chust belum sepenuhnya meyakinkan sebagai pelapis Militao dan Nacho.

“Menjual warisan klub atau membiarkannya lepas adalah sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Madridista, saya tumbuh dengan Madrid yang kuat dengan kekuatan transfer,” tulis Tomas Roncero di AS. “Kehilangan mereka berdua dalam satu musim panas terasa seperti saya mengalami cedera kepala.”

Namun, situasi kontrak Varane dan keenganan untuk memberbaruinya selalu akan mengarah pada keputusan yang dibuat mengenai masa depannya musim panas ini. Kontraknya hanya tersisa satu tahun, jadi menjualnya sekarang setidaknya menyelamatkan pundi-pundi keuangan klub ketimbang melepasnya secara gratis.

Dunia melihat betapa putus asanya Perez untuk meluncurkan Liga Super Eropa, demi menemukan aliran pendapatan baru untuk membantu klub mempertahankan bintang top mereka sambil merekrut yang lain, untuk menjaga masa-masa indah terus bergulir dan memicu impian untuk membeli Kylian Mbappe. Untuk saat ini, satu-satunya klub yang mampu melakukan transfer mewah hanyalah Manchester City dan PSG.

Seperti yang terjadi, Los Blancos tidak akan turun ke pasar untuk mencari pengganti Varane, dengan target jangka menengah mereka, Jules Kounde dan Pau Torres kemungkinan sulit didapat karena terlalu mahal harganya.

Kondisi finansial Madrid sebaliknya menunjukkan bahwa perlahan-lahan mereka menampakkan krisis, dengan kepergian Varane menjadi penguat sinyal tersebut.

Related posts

banner 468x60